Shining Indonesia, Shining The World, Save The Future Generation

Senin, 24 Maret 2014

Apa Kabar Bunda Maya Rumantir Hutasoit?




Wajah cantik dengan lesung pipit nan indah milik penyanyi kelahiran Ujung Pandang 2 April 1964 ini sempat menghiasi  layar kaca dan media masa nasional di masa kurun waktu sebelum tahun 1995-an. Siapa yang tidak kenal Maya Rumantir? Di masa remajanya, Bunda Maya dikenal sebagai salah satu penyanyi papan atas di tanah air yang mempunyai suara merdu.

Berbagai penghargaan dan prestasi telah diraihnya sejak kecil hingga remaja, baik itu penghargaan di bidang seni suara maupun modeling. Selain dikarunai bakat menyanyi, Bunda Maya juga sangat berbakat menciptakan lagu. 

Di awali pada tahun 1976, Bunda Maya Rumantir meraih juara Favourite Children Pop Singer se Ujung Pandang. Kemudian meraih Queen of BASF Indonesia 1980. Selain itu Bunda Maya juga dinobatkan sebagai Top Model Indonesia 1988-1989. Semasa jayanya ini, Bunda Maya Rumantir juga dikenal sebagai penyanyi kesayangan Puspen (Pusat Penerangan)  ABRI. 

Namun sejalan dengan itu, Bunda Maya tidak terus terhanyut oleh pujian dan ketenaran yang telah dirainya dengan susah payah tersebut. Bunda Maya tiada lupa mensyukuri kemurahan Tuhan atas karunia hidup yang telah diberikan kepadanya. Cara Bunda Maya bersyukur adalah dengan membagikan kebahagiaan bagi orang lain dengan tujuan agar taraf hidup mereka menjadi lebih baik di masa mendatang.

Salah satu cara agar taraf hidup seseorang menjadi lebih baik di masa depan adalah dengan melalui jalur pendidikan.

Untuk itulah maka Bunda Maya membulatkan hati dan tekadnya untuk fokus, terjun langsung di dunia pendidikan bagi masa depan generasi muda penerus bangsa. 

Salah satu sumbangan besarnya bagi bangsa Indonesia yang dicintainya adalah dengan mendirikan Institut Pengembangan Sumber Daya Manusia (IPSDM) Maya Gita. 

Lembaga pendidikan ini didirikan pada tanggal 6 Maret 1989 di Jakarta. Pendirian IPSDM Maya Gita telah tercatat dalam sejarah baru di dunia pendidikan Indonesia sebagai pionir pertama yang melembagakan pengembangan sumber daya manusia dalam sebuah wadah institut

Di tahun itu juga, Bunda Maya mendirikan Yayasan Bhakti Pertiwi. Yayasan ini didirikan sebagai wadah berbagai kegiatan sosial bagi masyarakat. Kiprah Yayasan Bhakti Pertiwi di bidang sosial selain di seluruh nusantara, juga tercatat hingga ke tanah Calkutta India. Karya nyata bagi kemanusiaan di nusantara dan di belahan bumi lainnya telah menyentuh hati banyak orang. 

Rasa cinta Bunda Maya pada tanah airnya Indonesia pun telah  diwujudkannya dalam dalam sebuah program acara yang ditayangkan oleh TVRI Pusat. Dia mempelopori program acara televisi Pandu Prestasi Putera Pertiwi (P4). Tujuan acara ini amat mulia yaitu mempererat tali persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Dengan mengedepankan toleransi, Bunda Maya sangat yakin bahwa perbedaan bukan menipiskan cinta tapi cinta yang menipiskan perbedaan.

“Kemajemukan kita adalah keindahan kita sebab itu adalah karunia dan kebesaran Tuhan. Bukankah itu kekayaan bangsa kita yang tak ternilai?” ungkap Bunda Maya. 

Itulah sebabnya, hingga kini, dalam setiap karya dan kegiatannya, Bunda Maya selalu menjunjung tinggi makna toleransi yang telah begitu melekat di dalam darah dan dagingnya.

Di tahun 2014, Bunda Maya ingin terus mengabdikan seluruh hidupnya bagi tanah airnya Indonesia, dengan menjadi calon anggota legislatif dari lembaga DPD RI (Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia) daerah pemilihan Provinsi Sulawesi Utara. Niat ini mendapat dukungan sepenuhnya dari suaminya tercinta Takala Hutasoit dan anak perempuannya yang bernama Kiara Hutasoit (9 tahun). 

Kita doakan bersama semoga tujuan mulia ini dapat berjalan sesuai dengan rancanganNya. Selamat menyambut pesta demokrasi  Indonesia di bulan April 2014. (pa)

0 komentar:

Posting Komentar