Shining Indonesia, Shining The World, Save The Future Generation

Kamis, 06 November 2014

Indonesia Model Demokrasi dan Indahnya Damai dalam Keragaman


Kedatangan Presiden Rwanda Paul Kagame ke Dewan Pimpinan Daerah (DPD)  RI,  Jumat (31/10) silam disambut hangat  Ketua DPD RI Irman Gusman dan sejumlah senator. Ini untuk pertama kalinya Presiden dari benua afrika tersebut mengunjungi Indonesia. Ditengah hingar bingar  terbelahnya para anggota DPR, pertemuan jajaran anggota DPD dan tamu negara itu berlangsung hangat dan penuh keakraban. Pertemuan tertutup itu dihadiri pula sejumlah anggota BKSP (Badan Kerja Sama Antar Parlemen), diantaranya Wakil Ketua BKSP Senator Maya Rumantir.

Dalam  penjelasan kepada  pers usai mengadakan pertemuan tertutup, Kagame mengapresiasi demokrasi di Indonesia. Menurutnya, demokrasi adalah fondasi yang bagus yang diterapkan di banyak negara di dunia. "We respectful and appreciate process of democracy in Indonesia," kata Kagame.

Kagame juga mengatakan sangat senang bisa berkunjung ke Indonesia. Dalam kunjungannya yang singkat ini pihaknya ingin memperkuat kerjasama di bidang perdagangan dan investasi, serta pertukaran budaya dan pendidikan.






Menurut Ketua DPD RI Irman Gusman, dalam pertemuan itu kedua pihak berbagi pengalaman.  Irman sendiri mengaku kagum kepada Kagame, dalam mengatasi perang saudara di negerinya. “Rwanda terkenal dengan perang saudara yang terjadi pada 1974, dan konflik bisa terselesaikan dengan baik. Kita bisa belajar mengatasi konflik yang terjadi di dalam negeri,” kata Irman.

Sementara itu, Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antarperlemen (BKSAP),  DPD-RI, Maya Rumantir mengungkapkan saatnya kita bangga dengan demokrasi yang tumbuh dan semakin matang di negara sendiri. “Negara luar seperti Rwanda saja bangga dan mengapresiasi demokrasi kita yang kian matang dan berkembang, ini tentu positif, dan sudah waktunya Indonesia menjadi patron yang menyinari dunia,” harapnya.

Di bagian lain, Maya pun mengapresiasi Rwanda yang bisa mengatasi konflik perang saudara di negara ujung Afrika itu. “Ini sekaligus menjadi contoh, bagaimana perdamaian dan hidup harmonis itu begitu penting. Indonesia menjadi model bagi mereka, meski masyarakat kita berbeda-beda, tapi tetap satu sehingga kemajemukan kita terus terjaga dan menjadi teladan bagi dunia dan bangsa lain,” pungkasnya. (Fajar Gloria Sinuraya/fer)

0 komentar:

Posting Komentar