Shining Indonesia, Shining The World, Save The Future Generation

Rabu, 28 Oktober 2015

Pemuda Tonggak Perubahan

Sambutan yang meriah dari peserta Festival Seni Pemuda Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) mewarnai kedatangan kandidat gubernur/wagub Sulut Maya Rumantir-Glenny Kairupan dalam acara yang digelar  Departemen Pemuda GJSA Sulut, di Bukit Kasih Kanonang, Kawangkoan pada (14/10) lalu.
Bagaimanapun masalah yang dihadapi anak muda sekarang semakin kompleks. Maraknya narkoba dan pergaulan bebas, jika tak diantisipasi dengan baik bisa menghanyutkan generasi muda terjerumus menjadi insan tidak produktif   bagi diri dan lingkungan sosialnya.
Apalagi dari fenomena yang muncul, nilai-nilai moral dan budaya yang kian jauh dari sudut pandang pergaulan anak muda sekarang. “Kita tentunya tak pernah menginginkan peradaban suatu bangsa hancur karena generasi mudanya rusak,” kata Maya.



Maya Rumantir  menambahkan,  kaum muda selaku generasi penerus yang menjadi harapan keluarga dan aset pembangunan seharusnya menjauhi perbuatan yang merusak diri dan masa depan seperti  narkoba, sex bebas  dan minum-minuman keras. Selain hanya membawa keburukan, kebiasaan negatif itu menjadi  pemicu lahirnya tindakan negatif seperti tawuran, dan kejahatan lainnya.
Untuk itu, Maya pun mengimbau para  anak muda  menumbuhkan nilai-nilai moral pada dirinya dan mengembangkan budaya Mapalus dalam kehidupan sehari-hari, sehingga peran mereka pun menjadi jelas sebagai tonggak perubahan. “Sudah semestinya anak muda memberi warna bagi terciptanya kehidupan lebih baik serta menjaga kerukunan dan kedamaian di tanah tumpah darah atau di wilayah manapun di tanah air tercinta,” katanya.
Maya pun berharap para pemuda GSJA dapat mencontoh apa yang telah diperbuat Kristus di dunia, menjadi terang bagi sesama, dan setia mengamalkan perbuatan yang baik sehingga dapat membawa kesejukan bagi semua.
Sementara itu, Glenny Kairupan, berharap, anak muda bisa  tumbuh mandiri, sehat, cerdas, sehingga mampu bersaing di tengah globalisasi, dan berkontribusi terhadap lahirnya kemajuan dan kesejahteraan ditengah masyarakat.
Dalam festival yang diikuti 617 peserta pemuda dari berbagai daerah di Bumi Nyiur Melambai dan Gorontalo itu, sejumlah pemuda- pemudinya pun unjuk kebolehan dalam bidang seni, diantaranya tari-tarian, dan bina vokalia. (Fajar Gloria Sinuraya/fer)

0 komentar:

Posting Komentar