Shining Indonesia, Shining The World, Save The Future Generation

Rabu, 06 Januari 2016

Pendidikan Politik Tidak Boleh Berhenti

Tak terasa, Pilkada telah usai, meskipun masih banyak catatan yang terjadi terkait buruknya sistem penyelenggaraan Pemilu yang masih banyak diwarnai politik uang, politisasi birokrasi dan kecurangan Pilkada dimana-mana.
Hal yang sama terjadi di Bumi Nyiur Melambai, meski dari hasil Rekapitulasi KPUD Sulut, dapat dipastikan Olly Dodokembey meraih suara sekitar 51,47%, mampu mengungguli  dua Cagub lainnya, yaitu Benny Mamato dan  Maya Rumantir.  Namun, tak dapat dipungkiri, berbagai masalah buruk terjadi dalam perhelatan akbar demokrasi di Sulut kali ini.
“Pilkada ini sangat  jauh dari ideal, pelanggaran terjadi secara sistematis dan masif, dimana beberapa Bupati diarahkan memilih calon tertentu, atau jika tidak bakal diancam dipecat dari jabatannya. Demikian juga dengan penggunaan APBD, dan PNS yang sudah  diarahkan,” kata Maya Rumantir.
Maya Rumantir Hutasoit
Yang paling menyesakkan, money politik begitu kentara, meski disamarkan dengan cara memberi  sumbangan bahkan sampai ke gereja-gereja dan mesjid untuk mempengaruhi pemilih.  
“Belum lagi serangan fajar menjelang hari H, dengan cara membagi amplop diisi uang, dan sembako. Surat suara dicetak palsu, banyaknya terjadi pelangaran Pemilu, dan berbagai kecurangan-kecurangan lainnya, sampai banyak konstituen tidak diundang untuk memilih, jelas ini tamparan bagi demokrasi kita,” imbuhnya.
Maya mengaku tak mempermasalah siapa yang jadi pemenang, tapi mengingatkan pendidikan politik bagi masyarakat mesti terus dilakukan sehingga kelak pemimpin terpilih benar-benar melalui Pilkada yang demokratis.  “Saya tidak mempersoalkan hasilnya, tetapi kecurangan ini sangat jelas. Kita harus memberi pendidikan politik yang bagi masyarakat. Kita kuatir jika sudah awalnya tidak benar, kedepannya  tidak benar pula,”jelasnya.
Di sisi lain, Maya pun mengucapkan terima kasih pada masyarakat Sulut yang telah memberikan suara bagi dirinya. Apapun itu, merupakan bagian dari demokrasi di Sulut yang mesti dihargai oleh semua pihak, termasuk mereka yang mendukungnya tapi tidak memperoleh surat panggilan memilih. “Mari kita isi dan  berkontribusi bagi pembangunan Sulut kedepan, senantiasa kita jaga kerukunan dan kedamaian di bumi nyiur melambai ini,” ajaknya.
Bagaimanapun, lanjut Maya, pembangunan mesti dilakukan dengan melibatkan semua elemen masyarakat Sulut tanpa terkecuali. “Kita ingatkan jangan ada masyarakat Sulut yang ditinggalkan dalam proses pembangunan dan jangan  ada masyarakat yang dipinggirkan karena pilihan politik yang diberikannya dalam proses demokrasi,” pungkasnya. (Fajar Gloria Sinuraya/fer)

0 komentar:

Posting Komentar