Shining Indonesia, Shining The World, Save The Future Generation

Selasa, 04 Desember 2018

Masyarakat Sulut Optimis Maya Rumantir Kembali Jadi Senator Periode 2019-2024


Ini untuk pertama kalinya di Indonesia. Pada tanggal 17 April 2019  seluruh rakyat Indonesia akan menyelenggarakan pesta demokrasi serentak dalam pemilihan presiden dan pemilihan para anggota legislatif.

Hal ini berbeda dengan pesta demokrasi sebelumnya. Di tahun 2014 lalu, dilakukan dua Pemilihan Umum (Pemilu), yaitu pemilihan legislatif (9 April 2014) untuk memilih 560 anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pusat dan 132 anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), dan para anggota DPRD Provinsi dan DPRD kota/kabupaten.

Selanjutnya  para anggota DPR terpilih hasil pemilu itu mengajukan calon presiden dan wakil presiden yang bertarung dalam pemilihan presiden tiga bulan kemudian, pada 9 Juli 2014.

Untuk Pemilihan Umum Legislatif 2019, rakyat Indonesia akan memilih wakil-wakilnya yang terdiri dari 575 anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), 136 anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD Provinsi maupun DPRD Kabupaten/Kota) se-Indonesia periode 2019–2024.

Pemilu 2019 menjadi pesta demokrasi yang meriah sebab Pemilu Legislatif akan dilaksanakan bersamaan dengan Pemilihan umum Presiden Indonesia 2019.

Di ajang pesta demokrasi akbar ini, Dr. Maya Rumantir Hutasoit, Phd, salah seorang putri Sulawesi Utara yang namanya sudah sangat dikenal di seluruh Indonesia, terutama di Sulawesi Utara akan ikut bertarung. Dr. Maya Rumantir Hutasoit, Phd kembali berjuang untuk mendapatkan kursi sebagai Senator di Senayan Periode 2019-2024.

Saat ini, suara dari berbagai kalangan elemen masyarakat di Sulut menyebut bahwa Dr. Maya Rumantir Hutasoit, Phd adalah tokoh panutan dan sangat dicintai warga Sulut. Melihat kenyataan ini maka masyarakat Sulut menganggap Maya Rumantir  sangat pantas memperoleh dukungan suara yang besar dari segenap masyarakat di Sulawesi Utara, seperti yang pernah diraihnya pada pemilihan calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) tahun 2014.

Saat itu Maya Rumantir berhasil mendapatkan 206.946 suara masyarakat Sulut. Artinya Maya memperoleh suara terbanyak.

Kemudian disusul Aryanti Baramuli Putri (150.181 suara). Aryanti sendiri waktu itu merupakan anggota DPD petahana. Sedangkan Fabian Sarundajang (anak mantan Gubernur Sulut Sinyo Harry Sarundajang) hanya mampu mengumpulkan 127.508 suara. Kemudian ada nama Benny Ramdhani dengan perolehan 94.646 suara.

Sama seperti periode sebelumnya, kursi senator anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI utusan Sulut hanya tersedia 4 kursi senator.

Terkait perebutan 4 kursi ini, Maya Rumantir akan bersaing dengan 23 kandidat calon senator lainnya di Sulawesi Utara. Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah merilis 23 nama calon Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI atau senator. Daftar Calon tetap (DCT) DPD RI ini ditetapkan KPU RI. Mereka dinyatakan lolos sebab telah memenuhi syarat calon dan syarat dukungan minimal 2000 KTP.

Untuk bersaing menjadi senator atau anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI utusan Sulut, Maya hanya menghadapi satu petahana yaitu Senator Stefanus BAN Liow. Stefanus dilantik 29 September 2015 menjadi anggota DPD RI Sulawesi Utara PAW (Pengganti Antar Waktu) menggantikan Senator Maya Rumantir yang mencalonkan diri menjadi calon Wakil Gubernur Sulawesi Utara.

Kemana 3 petahana lainnya?  Petahana Fabian Sarundajang, Benny Rhamdani, dan Marhany Pua rupanya absen dari persaingan.

Fabian diketahui sempat mendaftar di DPD.  Namun setelah berkasnya masuk di KPU, akhirnya putera mantan Gubernur Sulut SH Sarundajang tereliminasi. Sedangkan Senator Benny Rhamdani, setelah masuk struktur Partai Hanura ia menentukan haluan politiknya sebagai anggota DPR RI. Marhany Pua kini telah masuk ke dalam struktur DPD I Partai Golkar Sulut di bawah kepemimpinan Christina Eugenia Paruntu.

Aryanti Baramuli yang sudah 3 kali berturut-turut melenggang sebagai Senator di Senayan lebih memilih beristirahat dari kancah perebutan kursi di Senayan. Beberapa waktu lalu, ia memilih mundur dari senator, sebagai syarat maju di Pilkada Kota Bitung yang berakhir pada kekalahan.

Menanggapi prediksi masyarakat  yang optimis bahwa Maya Rumantir akan kembali memperoleh suara terbanyak di pertarungan perebutan kursi Senator Dapil Sulut, Maya menjawab bahwa semua itu akan menjadi kenyataan apabila memang seluruh warga Sulut menghendakinya.

“Saya bersyukur karena terus mendapat dukungan semangat dan doa dari masyarakat Sulut sehubungan dengan pencalonan saya sebagai Senator. Dukungannya memang luar biasa, saya berterimakasih kepada masyarakat Sulut. Saya sungguh terharu. Adapun hasil suara yang nanti akan saya peroleh di bilik suara tanggal 17 April 2019, saya serahkan pada warga Sulut. Apabila masyarakat menghendaki dan mempercayakan saya menjadi Senator, saya akan menjalankan amanah dan kepercayaan warga Sulut dengan penuh tanggung jawab. Intinya, saya serahkan semuanya kepada kehendak Tuhan dan pada hati nurani warga Sulut untuk memilih pemimpin yang baik,” ungkap Maya Rumantir.  

Sebenarnya apa motivasi Maya Rumantir Hutasoit untuk kembali lagi berjuang menjadi senator?

"Apabila saya bisa berkarya sebagai Senator, saya ingin membawa Sulawesi Utara ke arah perubahan yang lebih baik lagi. Saya ingin menjadikan Sulut bermoral, berkualitas, bersinar (bersih dan benar), damai, serta sejahtera. Saya yakin, visi ini sejalan dengan firman Tuhan dan direstui Tuhan, juga didukung penuh warga Sulawsi Utara,” ungkap Maya Rumantir.

Untuk kedua kalinya Maya Rumantir Hutasoit mengikuti pencalonan anggota DPD RI utusan Sulawesi Utara Periode 2019-2024.

Jauh-jauh hari sebelum dibukanya Pendaftaran Calon Anggota DPD RI, tidak terlintas sedikit pun di hati dan pikiran Maya Rumantir untuk maju lagi sebagai Senator. Wanita cantik berlesung pipit ini masih sibuk dengan aktivitas rutin seperti biasanya di bidang pelayanan gereja, dosen,  pegiat kegiatan sosial; serta mengurus suaminya tercinta Ir. Takala Gerald Manumpak Hutasoit dan putri kesayangannya Kristamya Kiara Oliveralda Tiurnauli Hutasoit.

Hatinya juga sedang berbunga-bunga untuk mempersiapkan konser persaudaraan berkeliling Indonesia.

Namun, di minggu-minggu terakhir sebelum jadwal Pendaftaran Calon Senator, Maya mendapatkan begitu banyak permintaan dari berbagai elemen masyarakat agar Maya mau kembali mengabdikan hidupnya untuk melayani masyarakat Sulut sebagai Senator di Senayan. Dari hari-ke hari permintaan agar Maya bersedia menjadi anggota DPD RI utusan Sulawesi Utara Periode 2019-2024 semakin deras tak terbendung.


Wanita asli Sulut, kelahiran Ujung Pandang 2 April 1964 ini pun mencoba merenunginya dan membawanya dalam setiap doanya. Maya mohon terang dan petunjuk Tuhan. Maya bertanya kepada Tuhan apakah permintaan dari berbagai elemen masyakat yang datang kepadanya itu merupakan kehendak dari Tuhan Yang Maha Kuasa atau bukan. Maya memang tipe wanita yang tidak pernah memulai sesuatu jika tak mendapat ijin atau dorongan Tuhan.

Setelah melalui pergumulan panjang dalam doa, suatu hari, Maya Rumatir Hutasoit menyampaikan kepada suaminya Ir. Takala Gerald Manumpak Hutasoit perihal permintaan warga Sulut agar dirinya kembali mencalonkan diri sebagai Senator. Suaminya mengijinkan apabila hati Maya sudah mantap untuk kembali melayani masyarakat Sulawesi Utara.

Maya Rumantir bersyukur, sebab di dalam setiap langkah hidupnya, dirinya selalu dikuatkan dan dikelilingi oleh orang-orang yang percaya bahwa Sulawesi Utara akan bersinar jika dipimpin oleh pemimpin yang takut akan Tuhan dan mengandalkan hidupnya hanya kepada kuasa dan pertolongan Tuhan.


Puji Tuhan. Ternyata Tuhan telah menjawab semua doa-doanya. Kini nama Maya Rumantir Hutasoit telah resmi tercantum dalam daftar Senator Dapil Sulut, Maya resmi mengantongi no 32.  (Reth)

0 komentar:

Posting Komentar