INDONESIA BERSINAR

Maya

Raker Bersama Mendikbud, Maya Rumantir Suarakan Aspirasi Masyarakat Terkait Pengembangan Pendidikan

Raker Bersama Mendikbud, Maya Rumantir Suarakan Aspirasi  Masyarakat Terkait Pengembangan Pendidikan

JAKARTA — Komite III DPD RI bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia melaksanakan rapat kerja di Ruang Rapat Gedung B DPD RI untuk membahas program kerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Rapat kerja turut dihadiri oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim dan dipimpin oleh Ketua Komite III DPD RI Bambang Sutrisno, Senin (12/2/2020). 

Dalam raker tersebut, Anggota DPD RI daerah pemilihan Sulawesi Utara Dr. Maya Rumantir, M.A., Ph.D menyuarakan aspirasi masyarakat Sulawesi Utara terkait pengembangan pendidikan di daerah. “Keberadaan kampus-kampus negeri di Sulawesi Utara selain harus hadir dan berorientasi pada pengembangan SDM Indonesia secara nasional harus juga memperhatikan peningkatan dan pemanfaatannya di daerah itu sendiri,” ucap Maya Rumantir.


Lebih lanjut, menurut pendiri Institut Pengembangan Sumber Daya Manusia Maya Gita bahwa jangan sampai keberadaan kampus di daerah malah hadir tanpa mendorong untuk maju secara signifikan pendidikan dan SDM di daerah tersebut. Secara khusus Maya Rumantir juga berkomentar terkait penerimaan mahasiswa baru perguruan tinggi negeri baik SNMPTN, SBMPTN maupun jalur masuk lainnya.

Raker Bersama Mendikbud, Maya Rumantir Suarakan Aspirasi  Masyarakat Terkait Pengembangan Pendidikan

“Pemerintah harus mengatur penerimaan yang menempatkan calon mahasiswa dari daerah lokasi perguruan tinggi negeri setempat sebagai prioritas utama. Memang ada mekanisme penerimaan secara nasional tetapi komposisi mahasiswa asal daerah setempat perlu diperhatikan secara khusus sehingga keberadaan PTN benar-benar mendorong maju kualitas SDM daerah lokasi PTN,” tegas Maya Rumantir.

Menurut Maya Rumantir, terkait format pembelajaran atau proses belajar mengajar ada masukan dari masyarakat yang dirangkumnya bahwa Mendikbud jangan hanya mendorong guru untuk mengajar dalam konteks saat ini saja tetapi harus melihat proyeksi perkembangan dan pengembangan 10 tahun, 20 tahun kedepan dan seterusnya. Perlu untuk melihat beberapa hal penting dalam proses belajar mengajar seperti critical thinking, creativity, cooperation, communication, compassion, dan emotional intelligence.

Senator Maya Rumantir juga memberikan masukan terkait mekanisme pengajuan profesor bagi dosen diperguruan tinggi agar dapat memperhatikan juga akumulasi kontribusi dalam semua aspek selama masa pengabdian secara proporsional. Selain itu Maya Rumantir juga mempertanyakan komitmen Mendikbud untuk memajukan ilmu sosial dan humaniora. Hal tersebut didasari masukan dari masyarakat bahwa jika dilihat garis besar kebijakan saat ini di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, masyarakat menilai bahwa pemerintah begitu terfokus pada pengembangan pendidikan dijurusan atau bidang eksakta atau teknologi saja. Maya Rumantir menyampaikan bahwa hal memajukan bangsa tidak hanya menjadi domain satu disiplin ilmu saja tetapi semua disiplin ilmu.



Mendikbud Nadiem Makarim yang hadir dalam raker menanggapi bahwa itu merupakan bagian dari regime ujian nasional. Ada dikotomi bahwa kalau yang IPA berarti lebih pintar dari IPS juga bahasa dan seterusnya. “Tanpa regime UN itu sebenarnya tidak ada yang memisah-misahkan yang jago-jago IPA, yang jago-jago tidak masuk SMK. Yang ini lebih bagus dari yang itu, itu semua kan prejudis. Padahal ini semua adalah opsi, ini semua adalah choice. Harapan saya untuk SMK, kedepan kita ada strategi SMK yang sangat komprehensif adalah untuk merevitalisasi bukan sekolah-sekolah dulu, bukan gedung-gedungnya. Manusianya dulu, SDM dulu direvitalisasi baru mereka boleh beli-beli barang dan infrastruktur,” tutur Nadiem Makarim.

Lebih lanjut, Mendikbud Nadiem Makarim juga menambahkan bahwa kuncinya juga adalah harus fokus pada sektor-sektor terpenting dan juga yang ada pekerjaannya. Artinya yang available atau sesuai dengan kebutuhan lapangan pekerjaan setelah mereka lulus. Nadiem Makarim juga sepakat bahwa semua bidang atau disiplin ilmu memiliki peran yang sama untuk memajukan bangsa dan negara. (hr)  
Share:

Senator Maya Rumantir Suarakan Aspirasi Umat Islam Sulut

Senator Maya Rumantir Suarakan Aspirasi Umat Islam Sulut

JAKARTA — Rapat Kerja Komite III Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPD RI) bersama Kementerian Agama RI dilaksanakan guna membahas program kerja Kementerian Agama RI tahun 2020 secara khususnya tentang dukungan fasilitas sarana dan prasarana Ibadah serta Persiapan Pelaksanaan Ibadah Haji tahun 2020. Forum rapat kerja berlangsung alot dengan ragam pandangan, masukan bahkan kritikan dari para Sentor untuk Menteri Agama RI Jenderal TNI (Purn.) Fachrul Razi Batubara. Jakarta, Gedung B DPD RI (11/02/2020).

Senator Maya Rumantir sebagai utusan Sulawesi Utara di DPD RI hadir dalam forum rapat kerja membawa sejumlah aspirasi masyarakat Sulawesi Utara. Maya Rumantir mengawali penyampaiannya dengan mengutarakan sejumlah keluhan masyarakat Sulut terkait kualitas pelayanan yang masih kurang untuk umat Islam yang melaksanakan ibadah haji. Dimana pembinaan dan kenyamanannya dalam menunaikan ibadah haji masih terabaikan. Hal ini dapat dilihat semisal dari pemondokan serta transportasi jamaah Haji Indonesia di Mekkah yang masih berbiaya tinggi.

Senator Maya Rumantir Suarakan Aspirasi Umat Islam Sulut

Tokoh Nasional yang mendirikan Komunitas SABDA (Peace and Friendship Community) juga menyampaikan langsung ke Menag bahwa kuota calon Jamaah Haji (CJH) di Sulawesi Utara memiliki sejumlah permasalahan. Aspirasi yang disampaikan masyarakat melalui Maya Rumantir bahwa kursi antrian Calon Jamaah Haji terindikasi diperjualbelikan. Yang paling miris juga bahwa masyarakat mengeluhkan adanya makelar untuk Calon Jamaah Haji.

“Saya berharap Kementerian Agama RI agar dapat berkoordinasi dengan pimpinan di Kanwil Sulut serta pemerintah daerah dan pihak terkait lainnya sehingga hal-hal seperti kurangnya pelayanan bagi jamaah haji Indonesia, indikasi diperjualbelikannya kursi antrian Calon Jamaah Haji dan makelar untuk Calon Jamaah Haji agar dapat ditindaklanjuti secara serius. Hal ini demi kenyamanan umat dalam menjalankan ibadah haji,” tegas Maya Rumantir.

Ia menambahkan bahwa saat ini terkait tempat beribadah di Indonesia masih menemui beberapa masalah terkait pembangunan atau pendirian. Semisal yang terjadi di Kabupaten Minahasa Utara Provinsi Sulawesi Utara beberapa waktu lalu yakni terkait kasus perusakan balai pertemuan yang dipaki oleh Umat Muslim untuk beribadah.

“Beberapa waktu lalu sempat ramai terkait perusakan balai pertemuan yang digunakan Umat Muslim untuk beribadah. Hal ini bisa tertangani dengan cepat oleh pemerintah daerah yang berkoordinasi juga dengan Kementerian Agama serta tokoh agama dan masyarakat setempat. Sedangkan untuk beberapa daerah lainnya di Indonesia masih terdapat perlakuan yang berbeda baik oleh pemda maupun Kemenag. Masyarakat Sulawesi Utara dan saya selaku senator merasa bahwa masih ada begitu banyak pembiaran tindakan diskriminatif yang terjadi di Indonesia,’ ucap Maya Rumantir.

Senator Maya Rumantir Suarakan Aspirasi Umat Islam Sulut

Lebih lanjut, Maya Rumantir menyampaikan bahwa tak jarang ada juga yang melakukan pembakaran atau perusakan rumah ibadah serta penolakan sejumlah tempat ibadah dibeberapa daerah. Semisal penolakan untuk dilakukannya renovasi tempat ibadah yang bahkan sudah memiliki IMB sebagaimana yang dialami oleh Gereja Katolik Paroki Santo Joseph Tanjungbalai. Gereja tersebut sudah memiliki IMB dan bahkan sudah ada sejak tahun 1928 namun masyarakat ngotot agar pemerintah segera mencabut IMBNya. Hal ini dirasa sebagai bentuk diskriminasi dan perlu perhatian serius pemerintah khususnya Menteri Agama.

“Saya menerima aspirasi dari masyarakat yang meminta agar Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri soal pendirian tempat ibadah untuk bisa dibahas kembali, jangan malah bertentangan dengan pasal 28 dan 29 UUD 1945 tentang kebebasan dan kemerdekaan untuk memeluk agama dan beribadah. Jika ada produk hukum yang bertentangan dengan UUD 1945 dan semangat konstitusi maka itu tidak boleh dibiarkan. Perlu dilakukan deregulasi, perlu dihapus SKB menteri yang menghalangi kebebasan beribadah karena kebebasan beragama termasuk beribadah jelas dijamin oleh konstitusi,” tegas senator Maya Rumantir.   

Maya Rumantir juga meminta kepada Menteri Agama untuk memperhatikan gejala-gejala normalisasi intoleransi. Gejala ini bisa dilihat dari tindakan masyarakat yang mulai menganggap bahwa tindakan intoleransi sebagai hal yang normal di negeri ini. Ditekankan juga bahwa jangan sekali-kali melakukan pembiaran bagi penyerangan atas kelompok yang berbeda keyakinan, penutupan tempat ibadah, ceramah kebencian dan lainnya yang berpotensi konflik horizontal dimasyarakat. (hr)
Share:

Natalan Bersama PDKT, Dihadiri Tokoh Nasional Maya Rumantir

Natalan Bersama PDKT, Dihadiri Tokoh Nasional Maya Rumantir

SAMARINDA Ibadah Perayaan Natal 2019 dan Syukuran Tahun Baru 2020 oleh Persekutuan Dayak Kalimantan Timur (PDKT) bersama Dewan Adat Dayak Kaltim (DAD Kaltim) dihadiri sekitar 2.000 lebih warga Kalimantan Timur. Ibadah serta Perayaan ini berlangsung khidmat dan meriah dengan dihadiri oleh tokoh nasional yang juga Anggota DPD RI Senator Dr. Maya Rumantir, M.A., Ph.D di Convention Hall Sempaja Samarinda, Sabtu (01/02/2020).

Hadir pula tokoh-tokoh nasional asli putra Dayak seperti Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Alue Dohong, Anggota DPR RI dapil Kalimantan Tengah Willy Madel, Anggota DPD RI yang juga Ketua DAD Kaltim Zainal Arifin, Anggota DPD RI yang juga Ketua DAD Kaltara Marthin Billa, Anggota DPD RI dapil Kalbar Maria Goreti dan Anggota DPD RI dapil Kaltara Fernandus. Selain itu hadir juga para pejabat dan jajaran pemerintah daerah.


Disambut penuh antusias oleh ribuan penggemarnya, senator Maya Rumantir tampil elegan dan memukau dengan lima lagu yang dibawakannya. Maya Rumantir tampil cantik berbalut busana paduan warna hitam dan pink yang lengkap dengan ornamen kepala khas Dayak. Dalam ibadah tersebut Maya Rumantir membawakan lagu Kau Telah Memilihku, Singing Glory Praise The Lord, Yesus Tetap Setia dan Indonesia Bersinar. Sedangkan pada perayaannya lagu Indonesia Jaya dinyanyikan dengan harapan ada kesatuan dan semangat gotong royong untuk mewujudkan Indonesia yang maju dan berjaya.

Natalan Bersama PDKT, Dihadiri Tokoh Nasional Maya Rumantir

“Momentum Natal dan Tahun Baru jangan hanya dijadikan seremonial saja, bukan juga hanya ritual tapi harus jadi aktual. Yang paling penting bukanlah pakaian baru, tetapi hati yang baru dan senantiasa melekat pada Tuhan Yang Maha Esa Sang Pemberi Hidup. Selain itu hati yang baru diharapkan juga menjadi penuntun untuk memasuki tahun yang baru dengan semangat yang baru untuk menjaga kerukunan bangsa, perdamaian dan kemajuan dalam berbagai bidang.” tutur Maya Rumantir tokoh perempuan Indonesia yang pernah dinobatkan sebagai Duta Perdamaian dari Universal Peace in Consulatative Ecosoc, United Nation di New York pada tahun 2012.

Natalan Bersama PDKT, Dihadiri Tokoh Nasional Maya Rumantir

Walikota Samarinda H. Syaharie Jaang, S.H., M.Si menuturkan bahwak sesuai dengan tema “Hiduplah Sebagai Sahabat Bagi Semua Orang,” Syaharie Jaang mengajak seluruh masyarakat Dayak untuk bisa menempatkan diri di seluruh wilayah untuk bersama membangun bangsa dan tanah air, terlebih Kalimantan Timur yang saat ini telah ditunjuk sebagai ibukota negara.

“Kita masyarakat Dayak tidak bisa berdiri sendiri. Jangan mengatakan kita orang daerah, tidak bisa kita mengatakan ini hak saya. Tapi bagaimana menyiapkan diri dengan Sumber Daya Manusia berkualitas siap bersaing dan bergandengan tangan dengan anak bangsa lainnya,” tegas Syaharie Jaang. (hr) 

Share:

Hadiri Pelantikan Pengurus Dewan Adat Dayak, Maya Rumantir Nyanyikan Lagu Karyanya Indonesia Bersinar

Hadiri Pelantikan Pengurus Dewan Adat Dayak, Maya Rumantir Nyanyikan Lagu Karyanya Indonesia Bersinar

SAMARINDA  — Senator Dr. Maya Rumantir, M.A., Ph.D hadiri Pelantikan Dewan Adat Dayak Kalimantan Timur (DAD Kaltim) yang bertempat di Pendopo Lamin Etam Kaltim. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Dr. Alue Dohong, M.Sc, Gubernur Kaltim H. Isran Noor, Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Subiyanto, Kapolda Kaltim Irjen Pol. Drs. Muktiono, S.H., M.H., Wakil Ketua DPD RI Mahyudin, Ketua DPRD Kaltim H. Makmur HAPK, dan Ketua Umum DAD Kaltim Zainal Arifin serta jajaran Forkopimda Kaltim, Tokoh Masyarakat dan adat Dayak Kalimantan. Jumat (01/02/2020).

Maya Rumantir berharap agar organisasi Dewan Adat Dayak Kalimantan Timur dapat menjadi pelopor perdamaian, keharmonisan masyarakat dan kekuatan bagi bangsa dan negara. Selain itu, lembaga atau organisasi adat diharapkan juga untuk ikut mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat. Jangan sampai hanya sekedar menjadi organisasi untuk tempat berkumpul saja tetapi harus juga menjadi tempat untuk menyatukan gagasan serta kontribusi nyata demi membangun daerah, bangsa dan negara.

Hadiri Pelantikan Pengurus Dewan Adat Dayak, Maya Rumantir Nyanyikan Lagu Karyanya Indonesia Bersinar


“Jadilah Dewan Adat Dayak Kalimantan Timur ini sebuah rumah bersama untuk memperkuat daerah, bangsa dan negara. Ciptakan kerukunan dan kedamaian serta bergotong royong untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur,” ucap Maya Rumantir saat menghadiri acara pelantikan sebagai tamu kehormatan yang juga berkesempatan mempersembahkan satu lagu karyanya berjudul “Indonesia Bersinar”.

Selain itu, dia menambahkan bahwa budaya dan adat daerah bukan saja menunjukkan kekhasan suatu daerah tertentu, tapi sekaligus menjadi mata rantai kebudayaan nasional. Indonesia merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan dengan budaya-budaya yang hidup didaerah. Besar harapannya lembaga-lembaga adat bukan hanya sekedar mengukuhkan identitas suatu daerah atau wilayah adat tetapi juga memberikan tempat bagaimana kearifan lokal dihargai yang pada akhirnya memperkuat kesatuan sebagai suatu bangsa yang besar yakni Indonesia.

Zainal Arifin selaku Ketua Umum DAD Kaltim yang juga Senator RI utusan Kalimantan Timur memohon kepada suku Dayak di Kalimantan terutama generasi muda untuk mempersiapkan diri dari sekarang. Persiapan dari segi SDM dengan tenaga kerja yang siap pakai, menjadi generasi yang profesional berakhlak dan ber-bhinneka tunggal ika. Zainal Abidin juga memohon dan menegaskan kepada pelaku-pelaku usaha BUMD, BUMN, dan swasta yang berinvestasi di Kalimantan khususnya Kaltim untuk berlaku secara adil dalam cara merekrut tenaga kerja. Diatur secara bijak dan tidak pilih kasih suku apapun yang ada di Kalimantan khususnya Kaltim.


“Bersama kita pelihara dan pertahankan kondusifitas daerah yang sudah tercipta dan jadilah organisasi ini penggerak ekonomi rakyat. Borneo khususnya Kaltim ini bisa menjadi miniatur Indonesia, karena berbagai suku, adat seni budaya dan agama di Nusantara ada di provinsi ini yang harus dapat hidup secara harmonis,” kata Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor pada acara pelantikan, Rakerda dan Silaturahmi DAD Kaltim. (hr)      

Share:

Hadir Sebagai Tamu Kehormatan, Maya Rumantir Disambut Ribuan Umat Kristen Se-Kabupaten Kutai Kartanegara



TENGGARONG — Ibadah Perayaan Natal Umat Kristen Se-Kabupaten Kutai Kartanegara berlangsung khidmat dan meriah. Ibadah perayaan kali ini dilaksanakan di Kompleks Stadion Aji Imbut, Tenggarong, Kutai Kartanegara. Senator Dr. Maya Rumantir, M.A., Ph.D diundang sebagai tamu kehormatan yang juga ambil bagian membawakan kesaksian dan lagu pujian. Kehadiran Senator Maya Rumantir disambut hangat oleh ribuan umat Kristen yang hadir. Jumat (31/01/2020).

Ibadah Perayaan yang diselenggarakan oleh pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara kali ini dipimpin oleh Pdt. Dr. Ronny Daud Simeon dengan tema “Hiduplah Sebagai Sahabat Bagi Semua Orang”. Acara tersebut dihadiri juga oleh wakil menteri lingkungan hidup dan kehutanan Aloe Dohong, Bupati Kukar Edo Damansyah, Dandim 0906 Letkol Charles Alling, Kapolres Kukar AKBP Andrias Susanto Nugrihi dan pendeta serta pastur se-Kabupaten Kutai Kartanegara.

Maya Rumantir sebagai pendiri Komunitas Doa Persahabatan dan Perdamaian (SABDA) mengapresiasi pelaksanaan ibadah perayaan Natal di Kabupaten Kutai Kartanegara. Pada kesempatan itu juga Maya Rumantir berharap kegiatan tersebut agar dapat menjadi ajang silaturahmi antar umat Kristiani di Kabupaten Kutai Kertanegara.


“Saya selaku Senator Republik Indonesia yang dipercayakan untuk menjalankan tugas di Komite III DPD RI berharap kegiatan seperti ini agar dapat terus dilaksanakan. Tetapi jangan hanya dijadikan sebuah seremonial saja namun harus menjadi cerminan kehidupan bersama untuk selanjutnya. Artinya kebersamaan dalam ibadah perayaan Natal agar benar-benar menjadi komitmen bersama, komitmen untuk menjadi pembawa damai sejahtera dan persatuan baik untuk sesama umat Kristiani maupun umat beragama lainnya,” ungkap Maya Rumantir.

Ribuan umat yang hadir dalam ibadah mengikuti lantunan musik dan lagu pujian yang dibawakan oleh senator Maya Rumantir. Tak hanya lagu pujian, kesaksian yang disampaikan juga begitu menguatkan dan memotivasi umat untuk menjadi orang Kristen yang seutuhnya. Menjadi orang Kristen yang mampu untuk tampil BERSINAR atau bersih dan benar, bukan hanya dalam ibadah dan perkataan tetapi dalam keseharian dan tindakan, bukan hanya ritual tetapi juga aktual. (hr) 
Share:

Senator Maya Rumantir : Perlu Mengembangkan Olahraga Rekreasi Melalui Kolaborasi

nator Maya Rumantir : Perlu Mengembangkan Olahraga Rekreasi Melalui Kolaborasi

JAKARTA  — Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional mengamanatkan sebuah sistem keolahragaan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai keolahragaan, kebudayaan nasional Indonesia, dan tanggap terhadap tuntutan perkembangan olahraga. Dalam rangka pembahasan inventarisasi materi penyusunan RUU tentang Sistem Keolahragaan Nasional Komite III DPD RI mengadakan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di Gedung DPD RI, Selasa (28/01/2020).

RDPU Komite III DPD RI menghadirkan Hayono Isman selaku Ketua Umum Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) yang juga Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga. Ketua Asosiasi Profesor Keolahragaan Indonesia (APKORI) Prof. Djoko Pekik Irianto, M.Kes juga hadir menyampaikan paparannya terkait tata kelolah dan pengembangan sektor olahraga di Indonesia.

Senator Maya Rumantir yang hadir dalam RDPU menyampaikan apresiasinya atas kehadiran para narasumber dan secara khusus Hayono Isman yang diingat sebagai mantan Menteri Pemuda Olahraga Republik Indonesia. Mengingat dukungan Hayono Isman yang kala itu banyak memberikan dukungan bagi Maya Rumantir semasa muda ketika melaksanakan program Pandu Prestasi Putra Pertiwi di TVRI. Selain itu Hayono Isman dikenal juga sebagai pejabat pemerintah yang sering bermitra dalam sejumlah kegiatan sosial dan kepemudaan.

“Olahraga rekreasi sudah mengalami perkembangan dan tinggal dilakukan penguatan. Olahraga rekreasi seperti sport tourism saat ini masih lebih banyak bergantung pada pengelola swasta. Pemerintah sebagai pengambil kebijakan harus bisa mensinergikan antara pengelola swasta, masyarakat dan dinas atau kementerian terkait untuk sama-sama membangun olahraga rekreasi di Indonesia,” ucap Maya Rumantir dalam RDPU Komite III.

Lulusan doktor dari Columbia State University, Metaire, Amerika Serikat yang juga menerima dua gelar doktor kehormatan (honoris causa) di bidang pengembangan SDM dan administrasi bisnis dari University Pacific Western, Los Angeles, AS menambahkan bahwa kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim yang menyatakan bahwa belajar tidak harus di sekolah saja tapi boleh di luar dan hal tersebut merupakan penjabaran dari merdeka belajar.


“Ini harus bisa disambut baik oleh pihak pengelola sport tourism di Indonesia sehingga bisa sinergi untuk membangun olahraga rekreasi dan bisa kolaborasi lintas kementerian atau instansi semisal Kementerian Pemuda dan Olahraga bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif,” ucap Senator Maya Rumantir sambil menyampaikan komitmennya untuk terus memperhatikan pengembangan pemuda dan olahraga bersama Komite III DPD RI dan menutup penyampaiannya dengan mempersembahkan sebuah lagu bertema patriotik dan kepemudaan.

“Tidak dapat dipungkiri bahwa lagu tidak hanya memberi semangat tetapi memperkuat semangat dalam hal ini untuk mencintai bangsa dan negaranya serta menghormati asas bersamanya yaitu Pancasila. Saya sangat mengapreasi pekerjaan yang dilakukan oleh ibu Maya Rumantir yang senantiasa membuat lagu-lagu patriotik, membangun semangat cinta tanah air dan siap menjadi manusia unggul diberbagai bidang pembangunan,” ungkap Ketua Umum FORMI Hayono Isman.
Terkait olahraga rekreasi Hayono Isman menyampaikan bahwa perlu menarik semakin banyak kaum muda untuk berpartisipasi dan dalam hal ini lagu-lagu patriotik diperlukan. Lagu-lagu patriotik yang dimaksud tentunya perlu disesuaikan dengan selera masa kini. Hayono Isman meyakini bahwa senator Maya Rumantir punya kiat dan lagu-lagu yang bisa menggugah generasi millennial untuk menjadi patriot-patriot diera reformasi dan globalisasi melalui olahraga rekreasi. (hr)  


Share:

Siaga Corona, Senator Maya Rumantir Minta Pemerintah Tingkatkan Kewaspadaan Untuk Daerah Yang Rentan

JAKARTA — Pasca penyebaran virus corona Pejabat Pemerintah di wilayah Wuhan, China menutup operasional seluruh transportasi termasuk pe...

Terbanyak Dibaca

Recent Posts